Jumat, 14 April 2023

Eksplorasi Destinasi Negeri Ginseng (3)

SEHARI MENIKMATI
PESONA ALAM & KULINER
DI KAWASAN SEORAKSAN
NATIONAL PARK


Korea Selatan, tidak hanya terkenal karena kemajuan teknologi dan kotanya yang modern. Tetapi juga wisata kuliner dan pesona alamnya yang fantastis. Salah satunya; Seoraksan National Park.


Ketika kita melewati pintu gerbang, pandangan  langsung tertuju pada ikon Seoraksan National Park. Sebuah patung beruang hitam dengan rambut putih berbentuk huruf V di dadanya. Kepalanya menoleh ke kiri, mulutnya mengangah dan tangan kirinya sedikit terangkat.  Menurut legenda kuno, beruang  adalah leluhur bangsa Korea.


Tentang  legenda tersebut, saya coba merangkum  dari cerita penjang yang dituturkan oleh  Jack Lee, tour leader dari Korea Travel Store (KTS) dalam perjalanan menuju Seoraksan National Park.  Dikisahkan putra dewa langit bernama Hwanung turun ke bumi untuk berkuasa bersama 3000 pengikutnya. 


Saat di bumi yang kini bernama Korea, bertemu dengan seekor harimau dan seekor beruang.  Keduanya memohon pada Hwanung untuk dijelmakan menjadi manusia. Keinginan itu dituruti dengan syarat  100 hari bertapa di dalam gua dan tidak boleh kena matahari. Selama itu mereka  hanya boleh makan 20 siung bawang putih.


Harimau menyerah di tengah jalan. Sementara beruang bertahan 100 hari dan menjelma  jadi seorang gadis kemudian  diberi nama Ungnyeo.  Singkat cerita, Hwanung dan Ungnyeo kawin dan memilik anak bernama Dangun  Wanggeom yang kemudian menjadi raja dan berkuasa 1500 tahun lamanya.  Dia wafat pada usia 1908 tahun.


Menurut saya sih, patung beruang itu bukanlah daya tarik utama yang diminati wisatawan. Tetapi magnit dahsyat yang menarik wisatawan berkunjung ke  kawasan yang ditetapkan sebagai  taman nasional pada tahun 1970 dan Cagar Biosfer UNISCO tahun 1982 ini,  menyimpan pesona alam yang fantastis.  Keindahan  Seoraksan National Park yang memiliki luas 398,539 km2 terlihat sangat  eksotis  ketika dinikmati dari udara dengan naik cable car.


Di kawasan ini, juga terdapat Great Bronze Budha Statue dari bahan perunggu setinggi 14,6 meter dengan berat 108 ton. Dibuat dalam posisi Tongil Daebul, bersila di atas alas setinggi 4,3 meter dari bahan yang sama. Jadi, patung ini memiliki tinggi total 18,9 meter.  Kemudian tidak jauh dari patung budha, berdiri Sinheungsa Temple, kuil kuno yang berusia lebih dari 1000 tahun.


Jika berada di Seoraksan National Park, jangan lupa menikmati kelezatan  menu-menu  khas Korea. Menurut saya, sensasi rasanya  berbeda dengan menu yang sering saya nikmati di resto-resto Korea yang ada di Indonesia. Di sini jauh terasa lebih lezat. Entah kenapa. Mungkin karena faktor alamnya, didukung suasana atau mungkin kokinya memang lebih expert.


Kita makan malam di salah satu  local resto. Salah satu menunya adalah  Saengson Gui. Di Indonesia disebut ikan panggang. Di Korea, hidangan ini dibuat dari ikan mackerel, dagingnya lebih gurih dan tidak berbau amis. Sebelum dipanggang, terlebih dahulu  diberi bumbu khas Korea.  Menu lainnya, Miyeokguk atau sup rumput laut.


Kebetulan di resto tersebut ada jual rumput laut kemasan. Hanya ada satu varian saja yaitu rasa original, kita coba dan ternyata enak sekali. Renyah dan  gurih-gurih asin. Kita beli beberapa bungkus untuk dibawa pulang ke Indonesia.** (bersambung)