Praktik Teklonogi Pangan Tristar Culinary Institute

PENGOLAHAN & PENGAWETAN
SAMBAL RUJAK MANIS

DALAM KEMASAN

Rujak buah salah satu sajian tradisional yang tetap bertahan di tengah gempuran makanan kekinian. Sensasi rasanya bukan pada aneka buah segar. Tetapi dari sambal atau bumbunya.

 

Orang sering malas membuat sambal rujak sendiri. Maunya yang praktis-praktis saja. Hal ini menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Terbukti, di toko oleh-oleh atau supermarket, banyak  dijual sambal rujak manis dalam kemasan. Varian rasanya ada yang manis, pedas dan super pedes.

Membuat sambal rujak manis terkesan gampang. Tetapi untuk mendapatkan cita rasa yang enak dan sesuai selera konsumen, tentu ada trik-trik tersendiri. Apa lagi jika sambal tersebut untuk dijadikan bisnis. Harus mampu bersaing dengan produk yang sudah ada.

Senin (20/07/20) lalu, Chef Endang Sri Rahajoe, S.E., M.Mpar memperkenalkan resep teknologi pangan “Sambal Rujak Manis” kepada  mahasiswa Pastry A Siang 1, Tristar Culinary Institute.  Diajarkan bagaimana  membuat  sambal dengan cita rasa yang enak, pemilihan bahan yang tepat serta  teknik pengawetan yang benar.

“Dengan proses pengolahan yang tepat dan teknik pengemasan yang benar, sambal bisa bertahan lama.  Dipajang  di toko atau disimpan bisa bertahan lima sampai enam bulan,” jelas Chef Endang.

Chef Endang berharap, mahasiswa bisa mengaplikasikan resep sambal rujak manis sebagai bisnis rumahan. Sebab, peluang usaha sambal rujak manis dan aneka sambal dalam kemasan lainnya, masih sangat prospektif. Beberapa mahasiswa jurusan kuliner Tristar Institute, sudah melakukan dan cukup berhasil.

Tristar Institute Group  adalah perguruan tinggi yang mencetak chef profesional dan berhasil meraih prestasi di ajang MasterChef Indonesia. Anda  ingin bergabung? Pendaftaran mahasiswa baru periode Oktober 2020 sudah dibuka. Info pendaftaran, hubungi WA: 0813 3035 0822 / 0812 3375 2227 dan 0812 3253 9310. **bhr


Tidak ada komentar:

Posting Komentar