Prestasi Bergengsi Tristar Culinary BSD


Para mahasiswa Tristar Culinary BSD foto bersama sebelum mengikuti lomba 

BORONG 8 MEDALI DI AJANG LA CUISINE COMPETITION, SIAL INTERFOOD 2018

Mahasiswa Tristar Institute BSD berhasil memborong gelar juara pada LA CUISINE Competition, SIAL InterFOOD 2018 yang dilaksanakan di arena JIExpo Kemayoran, dari tanggal 21 sampai 24 November 2018. 


Keberhasilan meraih predikat juara pada kompetisi bergengsi ini, merupakan salah satu bukti bahwa lembaga pendidikan khusus kuliner dan perhotelan ini memiliki kredibelitas yang patut dibanggakan. Mahasiswa dan lulusan dari Tristar Culinary Institute yang berpusat di Surabaya itu bukan saja menasional, tetapi sudah bertaraf internasional.

La Cuisine Competition berkolaborasi dengan Worlds Chef dan Associations of culinary Proffesionals (ACP). Karena itulah, mereka yang berhasil meraih juara, dipastikan memiliki kemampuan lebih karena para juri terdiri dari chef yang lama malang melintang di jagat kuliner dan menduduki posisi penting di perusahaan perhotelan dan restoran ternama.

Perlu dicatat bahwa pameran kuliner ini bukan kelas lokal atau nasional. Tetapi bertaraf internasional. Pada acara serupa tahun lalu, sukses mengumpulkan lebih dari 900 peserta dari 33 negara. Tahun ini, meningkat menjadi 1.000 peserta dari 35 negara.

Thasya Graselia Engkeng bersama salah seorang dewan juri 
“Prestasi para mahasiswa yang ikut dalam kompetisi ini, level nasional di pameran food tingkap internasional. Karena itu, saya ucapkan selamat kepada para mahasiswa yang berprestasi di La Cuisine Competition ini. Saya sangat bangga,” ungkap Presiden Direktur Tristar Culinary Institute, Ir. Juwono Sarono, MM, MM.Par.

“Selain itu,” lanjut Juwono, “Kompetisi ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk menambah wawasan dan bisa bertemu dengan para chef yang famous dan juga para celebrity chef,” harapnya.

Williem peraih medali Silver Award 
Mahasiswa berprestasi dari Tristar Institute BSD yang beralamat di Jalan Pahlawan Seribu - Raya Serpong Ruko BSD Sektor 7 / Blok RL 31-33 itu adalah: Thasya Graselia Engkeng menyabet medali Bronze Award lewat karya Jajanan Pasar, William meraih medali Silver Award lewat lomba Sate Nusantara. Stefani Angelia Susanto meraih medali Gold Award untuk tema Chritmas Cookies.

Kemudian Dewi Salim beraih Bronze Medali Award dalam lomba Whole Cake, Tiffany mendapatkan medali Silver Award lewat lomba Fruit & Vegetable Carving. Terakhir, Mychael Ng mendapat medali BronzeAward untuk lomba Indonesian Sweet Breads. Dan, M Satria meraih medali Bronze Award lewat karya Jajanan Pasar. Atis & Era mendapat medali Gold lewat karya  "Tumpeng Dari Rama Untuk Shinta".

Sedangkan Rizky, Keisha dan Shifa memperoleh Diploma Award dalam lomba aneka Plated Dessert.

Para juri sedang menilai karya yang dilombakan 
Penilaian atas karya yang dilombakan, 50 persen pada rasa, 50 persen sisanya lagi dinilai dari segi plating (seni penyajian hidangan), tekstur, kebersihan dan lain-lain. Karya Jajanan Pasar karya Thasya memiliki kelebihan pada rasa dan plating sehingga namanya berada di antara lima peraih medali lainnya.

Lima peraih medali yang dinobatkan bersama Thasya, masing-masing Amelia Gani dari Binus University (Diploma Award), Ervita Chandra dari Podomoro University (Diploma Award), Arifin Jonathan Sitorus dari Batam Tourism Polytechnic (Diploma Award), Faddy Fadullah, SMK Negeri 57 (Diploma Award) dan peraih medali Bonze Award Hajiman dari Universitas Pendidikan Indonesia. /ami

Tidak ada komentar:

Posting Komentar