TRISTAR BSD RAIH JUARA

Thasya Gracia Engkeng 
CHOCOLATE FASHION SHOW 

MEDALI GOLD dan hadiah uang Rp 8 juta itu akhirnya disambar oleh lima mahasiswa Tristar Culinary BSD pada lomba Chocolate Fashion Show. Mereka mengalahkan puluhan rivalnya.


Lima mahasiswa sekolah kuliner itu adalah Thasya Gracia Engkeng, Mychael Ng, Ammy Dewi Kelaswati, Stefani Angelia Susanto dan Tiffany. Mereka bekerjasama merancang dan menghiasi busana dengan bahan coklat.

Karya anak kampus yang berhasil mengalahkan designer profesional itu, dibimbing dosen senior Tristar, Chef Ira. Mereka sanggup bekerja secara tim dengan maksimal. Mulai dari rancangan busana, hiasan dan pernik baju dari coklat hingga peragaan di catwalk. Prestasi tersebut pantas dibanggakan karena latar belakang mereka bukan dari design school.

Acara bertitel Chocotober Fest 2018 itu digelar di Mall Taman Anggrek Jakarta, 25 – 28 Oktober lalu untuk memperingati hari Kakao Indonesia. Berbagai jenis coklat dipamerkan dan juga diadakan berbagai kompetisi, termasuk lomba busana .

Tim Tristar BSD bersama Chef Ira setelah menyabet juara 
Mychael Ng, salah seorang anggota tim menjelaskan bahwa busana yang mereka lombakan itu, terbuat dari coklat. Bagian atas atau baju, menggunakan modeling chocolate. Sementara rok dilapisi chocolate asli.

“Modeling chocolate itu, mirip fondan. Tetapi fondan itu terbuat dari gula. Sementara modeling chocolate itu coklat asli dicampur air dan glukos, Hiasan itu dibentuk lalu kita tempelkan di bagian baju. Itu sangat sulit dan harus hati-hati agar tidak pecah dan juga harus serasi agar bentuk busananya tidak berubah,” ungkap Mychael.

Sementara Thasya, menjelaskan bahwa memperagakan baju yang terbuat dari bahan coklat itu sangat sulit. Tidak bisa bebas bergerak karena takut hiasan coklatnya jatuh atau retak. “Sempat retak sih. Kalau berada lama di ruang ber AC busananya jadi sangat kaku,” jelasnya.

Formasi lengkap: Mychael Ng, Tiffany, Thasya, Stefani dan Ammy Dewi
Sebagai peraga, Thasya memang tidak punya masalah. Dia sempat mengenyam pendidikan di Kimmy Jayanti School. “Saya batch 12 dan sudah lulus bulan September 2017 lalu. Kemudian bergabung dengan agensi. Berkali-kali ikut lomba modeling. Belum pernah juara sih. Mungkin belum rejekinya,” kata Thasya.

Soal busana berbahan coklat itu, sempat membuat kakinya pegel. Masalahnya, setelah memakai baju tersebut, tidak bisa bergerak bebas. Duduk juga tidak boleh. “Saya berdiri terus selama 1 jam. Puji Tuhan, dengan tingkat kesulitan dan sedikit tersiksa, karya kami mendapat Gold Medal dan uang 8 juta rupiah,” pungkas Thasya.
Selamat ya… jangan lelah berkarya /ami

Tidak ada komentar:

Posting Komentar