Tristar Group Go International

Juwono bersama delegasi dari YunnanGalaxy Vocational Training Schol 
MoU Dengan Perusahaan China dan Jerman

GO INTERNATIONAL bagi Tristar Group bukan sekedar selogan belaka. Lembaga pendidikan tinggi yang berpusat di Surabaya ini, sudah menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan dan perguruan tinggi di luar negeri.


Paling gres, Tristar Group menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) dengan Yunnan Galaxy Vocational Training School dari China, 16 November 2018 lalu. Kedua pihak sepakat untuk menjalin kerjasama dalam pertukaran mahasiswa dan dosen.

Delegasi dari lembaga pendidikan yang dikelola oleh Yunnan Kunming Galaxy General Corporation itu berkunjung ke kampus Tristar. Kedatangan mereka merupakan kunjungan balasan setelah pihak Tristar melawat ke Negeri Panda tersebut.

Presiden Direktur Tristar Culinary Institute, Ir. Juwono Sarono MM, M.MPar menerangkan bahwa kunjungan ke China itu berawal dari email sebuah lembaga pendidikan pariwisata yang ada di Yunnan. Mereka menyampaikan keinginan untuk belajar masakan dan kue-kue khas Indonesia di Tristar Institute Kota Batu.

Chef Otje menjelaskan tetang Tristar pada tamu. 
“Kenapa kok emailnya ke Tristar Institute Batu? Ini ada cerita tersendiri. Tristar Batu punya website berbahasa Inggris yang dikelola oleh dosen bahasa Inggris. Ketertarikan mereka itu karena pihak Tristar menggratiskan biaya asrama untuk mahasiswa dari luar di tahun pertama,” terang Juwono.

Setelah berulang kali saling berbalas email, pihak Tristar berinisiatif berkunjung ke Yunnan. Selain untuk menjajaki kerjasama, juga untuk berwisata kuliner. Makanan olahan di sana sangat terkenal dan has. Keindahan alamnya juga memukau. Wisata religi juga terkenal. Salah satunya, berkunjung ke tempat tinggal dan makam Panglima Cheng Hoo yang kesohor itu.

“Tim yang berangkat hanya tiga orang. Saya, Pak Andrean dan Yuda. Di sana kami memakai jasa tour guide bernama Erick. Dia orang China yang fasih berbahasa Inggris. Kami juga sempat mengunjungi tempat tinggal dan makam Cheng Hoo,” tutur pria yang merayakan ulang tahun pada 29 November itu.

“Ternyata, kunjungan yang awalnya untuk sekolah pariwisata itu, tidak berjalan mulus. Ketika kita sampai di sana, kunjungan kita itu dianggap sudah lewat masanya. Itu lantaran rencana keberangkatan kita yang sering mundur. Ada miskomunikasi,” tuturnya.

Walau demikian, Juwono dan dua pendampingnya tidak putus asa. Dia mencari akal agar bisa mendapatkan sekolah kuliner lain yang ada di Kunming untuk dikunjungi. Erick berhasil mendapatkan sekolah kuliner yang diharapkan. Sekolah kuliner itu adalah Yunnan Galaxy Vocational Training School.



“Dalam pertemuan itu saya ungkapkan bahwa Tristar Group berniat belajar beberapa makanan khas. Di antaranya, Rose Pastry, kue bola, Xaou Long Bau yaitu bakpau kecil-kecil untuk dimsum, juga ingin belajar La Mian atau mie tarik. Untuk itu, saya mengundang mereka untuk datang berkunjung ke Surabaya bersamaan dengan Dies Natalis dan Wisuda Akpar Majapahit,” jelasnya.

Undangan itu dipenuhi. Kamis sore (15/11) delegasi dari kota Kunming Yunnan itu tiba di Surabaya. Sebelum check in di Novotel Samator, delegasi dijamu dengan menu bubur & chinese food di Happy Garden yang letaknya berdekatan dengan kampus Tristar Samator. Keesokan hari, Jumat pagi (16/11) mereka mengunjungi Akpar Majapahit sekaligus menandatangani MoU.

Pagi itu, Tristar Group mendemokan jajanan tradisional dan Pudding Art. Mereka mengaku cocok dengan cita rasa kue-kue yang disajikan. Siang hari, delegasi dijamu dengan masakan kuliner Hibachi olahan Chef Thomas.

“Sore hari, giliran delegasi Yunnan Galaxy Vocational Training School mereka mendemontrasikan pembuatan kue tradisional. Saya tidak tahu persis namanya. Satu hal yang perlu diketahui bahwa keunikan produk oleh-oleh dari kota Kunming Yunnan China adalah Rose Pastries. Mereka sanggup mengolah bunga mawar menjadi makanan yang lezat,” jelas Juwono.

Saat berkunjung, mereka juga membawa bahan-bahan asli dari China berupa bunga segar yang food grade dan mendemokan di depan dosen dan mahasiswa. “Ini acara yang sangat berharga dan kesempatan langka. Mahasiswa bisa belajar dari sana. Selanjutnya, akan terbuka peluang bagi dosen dan mahasiswa yang ingin memperdalam ilmu di luar negeri,” ungkap Juwono.

Penandatanganan MoU dengan Nord Event Hamburg. 
Magang di Luar Negeri

Kerjasama serupa sudah dijalin dengan sekolah kuliner dan parawisata di beberapa negara. Antara lain Philipina, India, Malaysia, Singapura, Jepang, Australia, Belanda dan Jerman. Karena itu, kurikulum Tristar terus disesuaikan dengan kebutuhan tenaga di industri kuliner dan pariwisata. Lulusan Tristar jaminan mutu.

Tahun 2014 lalu, Tristar Culinary Institute menandatangai MoU dengan lembaga penyedia jasa On the Job Training (OJT) Nord Event Hamburg, Jerman. Ir. Juwono Sarono MM, MM.Par dari pihak Tristar dan Hans Christoph Klaiber mewakili Nord Event.



Perusahaan tersebut memfasilitasi mahasiswa yang akan menyelesaikan kuliahnya untuk mengikuti program magang kerja di Jerman. “Jadi, kami sudah sejak lama merancang dan membuka akses ke manca negara. Dengan cara ini, proses go international Tristar Group dengan mudah terlaksana. Kurikulum yang kami terapkan selama ini sudah disesuaikan dengan perkembangan dunia internasional.

Sudah ada tiga mahasiswa D3 berprestasi yang magang ke Jerman. Mereka adalah Oktavia Rahmawati, Ayu Mircahya dan Andreas Khrisnamurti. Mereka menjalani OJT selama 6 bulan di Hamburg – Jerman. “Untuk bisa OJT di Jerman, lulusan D3 harus menjalani tes sampai 4 tahap. Tiga orang yang lolos itu, hasil tes dari 15 mahasiswa yang berminat,” terang Juwono. /ami



Tidak ada komentar:

Posting Komentar