Minggu, 17 April 2022

Lomba Memasak Memperingati Hari Kartini 2022

SEMUA PESERTA
KOMPAK MELANGGAR
PERATURAN LOMBA

Meriah, Seru dan Lucu


Suasana kitchen patisserie 1 di lantai 2 Graha Tristar, berbeda dari biasanya. Lebih meriah, seru dan lucu bercampur jadi satu. Memangnya ada apa?


    
   
Sabtu siang (16/4/22) lalu, berlangsung cooking competition kelas dadakan  dalam rangka  memperingati  Hari Kartini 2022.  Pesertanya? Para staff/karyawan Tristar Institute Group. 


Lomba yang diikuti 16 staff/karyawan ini, merupakan peserta dadakan dari rangkaian  kompetisi “Modern Plating of Indonesian Cuisine”  yang digelar oleh BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Akpar Majapahit (Tristar Group).


Peserta sesungguhnya adalah mahasiswa Pastry dan Culinary Akpar Majapahit dari kampus Tristar Institute Kota Wisata Batu, Tristar  Surabaya kampus Jemursari, Samator, Manyar dan Tristar Plaza Segi 8 Surabaya Barat. 

TERKAIT:
# Juara Deconstruction Dessert Didominasi Mahasiswa Tristar Batu
# Tiga Kreasi Terbaik Karya Mahasiswa Tristar Batu & Samator

Lomba dadakan yang diikuti  16 staff/karyawan dibagi dalam 8 regu.  Per regu beranggotakan 2 orang. Untuk menentukan pasangan, dilakukan secara dadakan lewat undian. Tiap regu didampingi oleh seorang chef (dosen) yang juga ditentukan secara dadakan dengan undian.


 “Chef hanya mendampingi. Berdiri di samping peserta.  Tidak boleh ikutan memasak. Tidak boleh mendikte peserta. Hanya mengawasi saja,” tegas Bella,  Ketua BEM sambil menjelaskan bahwa waktu memasak hanya 30 menit. 


Tapi apa yang terjadi? Ketika perintah “memasak dimulai”, peserta “tolah toleh” kebingungan. Mau bikin makanan apa dan bagaimana mengerjakannya, sementara  bahan-bahan sudah  di depan mata. Ada nasi, pasta, tempe, kentang dan bumbu-bumbu  sederhana lainnya.


Melihat para peserta kebingungan, chef  pendamping  terpaksa melanggar peraturan lomba. Mendekte peserta. Tapi panitia yang memantau, spontan memberi teguran.”Chef Yuda, tidak boleh membantu.  Chef Ardi juga tidak boleh ikutan.  Itu  Chef Renni juga,” tagur Bella.

“Saya cuma membantu benahi kompor kok,” sanggah Chef Renni membela diri. Di tegur berkali-kali, pelanggaran tetap saja terjadi.  Walau didekte oleh chef, peserta tetap saja terlihat bingung. 


Ketika panitia mengingatkan bahwa waktu memasak tinggal 15 menit lagi, suasana kian heboh.  Mereka berusaha menyelesaikan tugas  dengan mengandalkan arahan dari chef masing-masing. Teguran dari panitia lewat begitu saja. Mereka tetap kompak melanggar peraturan lomba. 


Semua makanan di-display untuk dinilai  oleh dua  juri, Chef Vivi dan Chef Rahma. Masing-masing chef mempresentasikan makanan yang dimasak oleh  regu yang didampingi.  Tapi mereka bingung mendiskripsikan dengan tepat.


“Saya bingung ini makanan apa ya? Ya mereka buat seperti ini. Yang jelas,  ini hidangan hipertensi. Asinnya kebangetan karena dimasak pakai air laut,” seloroh Chef Renny yang diikuti gelak tawa semua peserta.


Ternyata hidangan hipertensi regu yang didampingi Chef Renny berhasil menjadi juara 3. Juara 2 regu yang didampingi Chef Ita Suhervin dan juara 1 regu yang didampingi Chef Ardi. Mereka mendapat hadiah bingkisan dari sponsor Pewarna Makanan ZENDER.**bhr.