Catatan Dari Ujian Triwulan Dua



“Kreasi  Bread” Kelas Pastry  Mahasiswa Tristar BSD

Ujian kelas pastry mahasiswa Tristar Institute BSD
Ujian kelas pastry mahasiswa Tristar Institute BSD berlangsung hari Rabu, 19 Desember 2018 lalu. Tema yang diusung adalah Kreasi Bread. Seperti apa hasil karya mereka?

SEPULUH mahasiswa kelas pastry yang dibimbing chef Ira menjalani ujian individu. Tema ujian mahasiswa triwulan dua tersebut adalah “Kreasi Bread”. Mereka berusaha berkreasi dan menampilkan karya terbaiknya untuk dipresentasikan di depan tiga chef penilai.

Sebelum tim juri menilai, mahasiswa diminta untuk mempresentasikan mulai dari cara pembuatan, menghitung biaya dan harga jual produk. Setelah itu, tim juri yang terdiri dari chef Ira, chef Lilies dan chef Mahmudi menilai karya mereka dari segi kreatif, penampilan, tekstur, kebersihan dan rasa.

Beberapa hasil karya yang hasilnya memuaskan
Secara keseluruhan, karya mereka cukup memuaskan. Kreativitas dan dekorasi juga menarik. Jika masih ada catatan dari penilai, hanya sebatas saran agar mahasiswa harus tekun dan sering berlatih.

Soal ketekunan dan rajin berlatih itu, dibenarkan oleh chef Lilies, salah satu dari tim penilai dalam ujian tersebut. Tekun karena dalam pembuatan roti ada urutan dan langkah-langkah yang harus diperhatikan.

Suasana presentasi dan penjurian
“Perhatikan urutan langkah demi langkah cara kerjanya. Harus diperhatikan suhu atau temperature oven yang dipakai supaya hasilnya bisa maksimal. Tapi secara umum, mahasiswa sudah mampu menghasilkan karya yang bagus. Sudah mahir membuat roti sesuai dengan arahan dosen,” simpulnya.

PRAKTEK SETIAP HARI

Mahasiswa dari kampus Tristar BSD yang beralamat di Jalan Pahlawan Seribu – Raya Serpong Ruko BSD Sektor 7/Blok RL 31 – 33 Tangerang ini, dikenal paling kreatif. Mahasiswanya sering mendapat juara dalam berbagai lomba. Dan yang paling penting lagi, praktek mahasiswa Tristar BSD dilakukan setiap hari.

Salah seorang mahasiswa menunjukkan hasil karyanya
Menanggapi hal itu, Presiden Direktur Tristar Group, Ir. Juwono Saroso, MM, M.MPar, mengatakan bahwa peluang mahasiswa Tristar BSD lebih besar karena secara demografis, dekat dengan ibukota. Banyak kesempatan untuk mengikuti lomba baik tingkat nasional maupun internasional.
Mahasiswa sibuk menyelesaikan hasil karyanya

“Selain diuntungkan secara demografis, pihak yayasan pun sangat peduli sehingga sacara Sarpras (sarana prasarana) sangat lengkap. Kemudian didukung oleh dosen-dosen yang kompeten dalam membimbing mahasiswa. Karna itu, Tristar BSD adalah pilihan tepat untuk meraih prestasi dalam bidang kuliner,” ungkap Juwono. /bahar


Tidak ada komentar:

Posting Komentar