Cerita di Balik Ekspansi Tristar (2)

Ir. Juwono Saroso, MM, M.MPar 
“Bu Jennifer Bilang: Tristar Bisa Diandalkan”

Kerjasama sudah disepakati. Penandatanganan sudah dilakukan. Tapi cerita dibalik MoU itu, tentu manarik untuk disimak. Presdir Tristar Group, Ir. Juwono Saroso, MM, M.MPar berbagi cerita. Simak penuturannya berikut ini:

Tahun 2017 lalu, saya dan beberapa dosen kuliah S2 Magester Managemen Pariwisata di STEPARI Semarang. Karena itu, kami sering ke Semarang. Pada kunjungan kesekian, secara iseng saya tanya ke staf saya. Siapa murid kursus dan customer kita yang ada di Semarang.

Chef Ernawati memberitahukan bahwa ada Bu Jennifer yang pernah kursus bakso di Tristar. Hari itu mereka berencana ketemu. Chef Ernawati memberi nomor kontak pada saya. Kemudian saya hubungi Bu Jennifer dan janjian ketemu di Semarang Plaza.

Kampus Tristar Semarang berada di dalam gedung Metro Sport Center 
Saya bertemu dengan Bu Jennifer dan Pak Surjo, di Semarang Plaza. Chef Ernawati saat itu tidak bisa ikut karena harus merevisi sejumlah tugas dari STIEPARI Semarang. Tugas itu harus diselesaikan agar tidak berlama-lama di Semarang. Bu Jennifer agak kecewa karena chef Ernawati tidak datang. Sebab, sebelumnya mereka sudah janjian untuk wisata kuliner.

Hari itu saya diajak keliling untuk melihat beberapa aset mereka yang ada di Semarang. Antara lain City School seluar 12 hektar, Metro Sports Center, Hotel Metro dan Metro Stables Bandungan tempat wisata kuda. Selain itu, saya juga diajak melihat beberapa ruko dan tempat-tempat strategis di Semarang.

Dari pertemuan tersebut, berlanjut ke pertemuan berikutnya secara intensif dengan Bu Jennifer. Kami membicarakan bisnis kuliner dan pendidikan kuliner dan perhotelan. Singkat cerita, Bu Jennifer dan Pak Surjo memutuskan untuk mengambil franchise Waroenk Kenthir dan pendidikan Tristr Culinary Institute. Untuk Tristar Semarang, kami sepakat akan memberi brand tersendiri yaitu Rosemary.

Brand yang dipakai untuk Tristar Semarang 
Bu Jennifer dan Pak Surjo sangat yakin dengan pendidikan dan resto yg di kelola Tristar. Kursus di Tristar nggak mbucuki (nipu). Artinya, setelah selesai belajar di Tristar, ketika dipraktekkan di rumah, hasilnya sama seperti saat praktek di kursus. Sebab beliau pernah punya pengalaman kursus di tempat lain. Pada saat kursus, hasilnya bagus. Ketika dipraktekkan di rumah tidak sebagus pada saat dikursusan.

Bu Jennifer bilang: Tristar bisa di andalkan. Sementara bagi saya sendiri, kerjasama dengan Bu Jennifer dan Pak Surjo ini merupakan tantangan. Tristar harus bisa membuktikan bahwa kerjasama ini akan membawa hasil yang maksimal. Harus bisa mencapi sukses di kota Semarang. /ami

Tidak ada komentar:

Posting Komentar