D’Profesor Segera Dipatenkan

MINUMAN HERBAL KREASI MAHASISWA TRISTAR 

Dengan sentuhan kreatif dan inovatif, wedang (minuman) tradisional bisa naik kelas. Itulah yang dilakukan oleh para mahasiswa sekolah tinggi kuliner: TRISTAR GROUP SURABAYA.
Wedang tradisional makin kehilangan peminat. Masyarakat kian terbiasa dengan minuman modern. Padahal, wedang berbahan rempah-rempah warisan nenek moyang kita itu, selain nikmat juga berhasiat. Akankah keadaan itu dibiarkan terus berlanjut?
Semifinalis Miss Culinary mendapat kesempatan pertama mencicipi D'Profesor 
Tentu tidak! Sejumlah mahasiswa Tristar Culinary Intitute Surabaya merasa tertantang untuk mengangkat wedang tradisional menjadi minuman modern. Wedang yang selama ini dianggap ketinggalan jaman, menjadi minuman kekinian. Minuman yang nantinya bukan hanya membumi secara nasional, tetapi juga bisa mendunia.
Berry menyajikan D'Profesor dengan artaksi Juggling 
“D’Profesor, itulah nama yang disematkan pada karya inovasi para mahasiswa kreatif itu. Nama tersebut segera akan kami patenkan sebelum diedarkan secara luas,” ungkap Presiden Direktur Tristar Group, Ir. Juwono Saroso, MM, M.MPar.



D’Profesor mungkin tidak jauh beda dengan Wedang Uwuh khas Jogjakarta yang sekarang masih bisa dinikmati di beberapa kedai tradisional. Wedang yang dibuat dari bahan secang, kayu manis, kunyit, serai dan jahe. Tetapi inovasi mahasiswa Tristar ini jadi istimewa karena memasukkan beberapa bahan baku herbal lain untuk menambah khasiat dan memperkaya rasa.

Istimewanya lagi, cara penyajian D’Profesor ini terkesan unik, kreatif sekaligus atraktif. Setelah bahan baku herbal direbus hingga mendidih, air rebusannya yang berwarna merah itu disajikan dengan atraksi juggling seperti yang biasa dilakukan oleh bartender di café hotel berbintang.




Uniknya, wedang yang tadinya berwarna merah, setelah ditambah perasan jeruk nipis dan di shakes (dikocok), warnanya berubah menjadi kuning keemasan.

“Ini minuman rempah tradisional yang diproduk menjadi modern. Kegunaannya untuk stamina dan memberi kehangatan pada tubuh,” ungkap Berry setelah melakukan juggling lalu menuangkan minuman D’Profesor yang sudah berubah warna menjadi kuning itu ke dalam gelas.

Nama D’Profesor itu, dipakai untuk mengenang masa muda Juwono Saroso ketika masih duduk di bangku SMA. “Profesor itu nama julukan saya ketika masih SMA dulu. Jadi nama itu kami sepakati untuk dipakai. Ya, sekalian untuk mengingat masa lalu saya,” terang pria yang akrab dipanggil Pak Yu itu. /bahar




Tidak ada komentar:

Posting Komentar