Rika Novita Sari

Rika Novita Sari 
GADIS JAMBI PILIH KULIAH DI TRISTAR

“Buat apa kuliah lama-lama tapi setelah lulus susah cari kerja. Cari kampus yang kuliahnya singkat, terus bisa buka usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja”.
Kalimat di atas diucapkan oleh Rika Novita Sari, salah seorang mahasiswi jurusan pastry di Tristar Culinary Institute asal kota Jambi, Sumatera. Sebetulnya, dia sudah mempersiapkan diri masuk perguruan tinggi negeri. Lantas, kenapa gadis cantik anak ke 2 dari 6 bersaudara pasangan Sri Rahayu dan Erwinoto ini memilih kuliah di Tristar? Berikut pengakuannya disajikan dengan gaya bertutur:Awalnya, Rika sama sekali gak mikir untuk kuliah di Tristar, terutama di baking and Pastry Art ini. Sebelum kuliah di sini, Rika ikut les untuk masuk perguruan tinggi negeri dan ikut les untuk persiapan ikut ujian saringan masuk STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara). Setelah beberapa bulan ikut les, Rika mulai merasa bosen.

Kadang suka berpikir, kenapa sih orang-orang yang kuliahnya lama, ujung-ujungnya setelah lulus tidak merasa happy? Maksud Rika, ketika mencari kerja kok sulit banget? Jumlah sarjana melimpah sementara lapangan kerja sempit.
Rika dan karya kue ulangtahun kekinian hasil praktek bersama Syafira dan Daniyah 

Terus Rika mikir, kuliah apa sih yang ilmunya bisa diandalkan sekaligus jadi bidang usaha? Orangtua menyarankan, kenapa tidak masuk sekolah pastry aja. Saran itu diucapkan ketika Mama lagi buat kue kering. Rika dan abang Rika yang kuliah di Medan ikut nimbrung di dapur. Saat itulah Mama bilang, kenapa gak ada yang mau memperdalam bidang kue, nantinya bisa buka usaha sendiri.

Nah, waktu itu Rika terdiam dan berpikir. Iya ya, kenapa gak ambil kuliah pastry aja. Gak harus kuliah lama-lama, tapi ilmunya bisa berguna buat buka usaha. Rika langsung buka internet. Ketik kata kunci “Sekolah Pastry Terbaik di Indonesia”. Maka di layar laptop muncul beberapa nama, salah satunya Tristar Culinary Institute. Setelah mempelajari lebih dalam, Rika pilih Tristar. Kenapa?

Di Tristar, gampang menguasai materi. Sebab, setiap hari minimal kita praktek tiga resep. Dalam praktek, mahasiswa tidak selalu dituntun tetapi dituntut untuk berimajinasi dan berani berkreasi. Kita tidak cuma dicekoki teori tetapi langsung praktek dan mendetail. Dosen-dosennya berkompeten dan berkualitas.
Rika diapit Syafira dan Daniyah ketika pratek 
Dosen mengajarkan kita untuk mandiri menyelesaikan tugas. Tidak ikut turun tangan secara keseluruhan ketika praktek. Ini yang membuat kita semakin terlatih dan terbiasa. Dan yang paling menarik lagi, kita diajarkan membuat produk yang lagi nge-hits, bukan hanya produk klasik tetapi juga yang modern.

Alasan-alasan itulah yang kemudian saya memilih kulian di Tristar. Memang jauh sih, dari Jambi kuliah di Surabaya. Gak apalah, kebetulan Rika suka pergi jauh dan sekaligus bisa tahu, oooooh ternyata Indonesia itu luas he he he he. /bahar




Tidak ada komentar:

Posting Komentar