Cerita Unik di Balik Lezatnya “Ayam Pengemis”

CHEF YANUAR PERKENALKAN
TEKNIK MEMASAK MENU LEGENDA BEGGAR’S CHICKEN

Nama kuliner yang satu ini,  terdengar kurang  keren. “Ayam Pengemis”.  Tapi soal cita rasa,  sangat istimewa.  Menu dengan nama internasional Beggar's Chicken ini sejak lama jadi primadona di restoran Cina. Penasaran?

Selain rasanya yang istimewa,  ada legenda unik di balik  keberadaan  Ayam Pengemis.   Terdapat beberapa versi yang berkembang.  Versi paling populer menyebutkan -konon katanya-  ada seorang pengemis  yang tinggal di gunung Yu  wilayah  Changshu,  provinsi Jiangsu.


Karena sangat lapar, si pengemis  itu terpaksa  mencuri seekor ayam  milik seorang peternak.  Perbuatannya itu diketahui  oleh pemiliknya.  Si pengemis lari membawa ayam curiannya melewati tepi sungai yang berlumpur.  Untuk menghilangkan barang bukti, si pengemis mengubur ayam itu ke dalam lumpur.

Malam hari, si pengemis  kembali ke tepi sungai dengan membawa obor.  Saat itu, perutnya semakin lapar.  Tanpa pikir panjang, ayam yang penuh berlumpur itu langsung  dibakar tanpa dibersihkan lebih dahulu.


Karena panas bara api, lumpur berubah jadi tanah liat  yang keras  membungkus  ayam curiannya. Ketika tanah  liat itu  dipecahkan,  bulu-bulu ayam  sudah terlepas dari  kulitnya. Dagingnya sudah matang, empuk, rasanya  lezat dan aromanya  tercium  sampai ke mana-mana.


“Itu salah satu versi  cerita  asal mula Ayam Pengemis.  Di restoran-restoran  besar atau di hotel berbintang, menu ini biasa tertulis dalam bahasa Inggris  Beggar’s Chicken,”   tutur Chef Yanuar  Kadaryanto, M.M  mengawali  cooking demo  Ayam Pengemis  yang diikuti oleh 12 mahasiswa kuliner kelas pagi Tristar Samator Surabaya, Jumat (8/11/2019) lalu.


Chef Yanuar mendemokan  teknik dan proses memasak Ayam Pengemis yang cukup unik. Tentu saja tidak memakai lumpur sebagai pembungkus ayam. Tetapi menggunakan adonan tepung terigu.  Ayam dibersihkan dan dibumbui.  Kemudian  jeroan  dibuang dan rongga perut diberi filling (isian) daging cincang.


Selanjutnya, ayam dibungkus dengan daun pisang  lalu bagian luar ditutupi adonan tepung.  Kemudian  oven dengan suhu 200 derajat  selama kurang lebih 2 jam. “Proses memasaknya cukup lama. Karna itu,  untuk menikmati  Ayam Pengemis di restoran atau hotel berbintang,  harus  reservasi dulu,”  jelas Chef Yanuar.  //bahar

***
Tristar Institute Group
School of Culinary – Baking Pastry Art, , Hospitality, Cruise,
D3 Hotel & S1 Food Technology
Website: www.tristaronline.info



*Akpar Majapahit
Jln. Raya Jemursari 244. Surabaya
Telp:  031 8433224-5. 081232539310. 081233752227.

*Tristar Samator Surabaya
Trestelle Accademia Culinaria, Skysuites Soho - The Samator
Jl. Raya Kedung Baruk, No. 26-28, Surabaya. Telp. 0813-2835-1770

*Tristar Manyar  Surabaya
Trestelle Accademia Culinaria a Passticeria,
Jl. Raya Manyar Kertoarjo, 74 Surabaya.  Info: 081216181016.

*Tristar Semarang
Metro Sports Center Jalan MT. Haryono 1014 – 1016 Semarang - Jawa Tengah.
Info: 0821 9292 7122,
0852 5975 5968, 0812 3375 2227, 0813 3035 0822 dan  0812 3253 9310

*Tristar Institute Pontianak.
Jl. Supadio Kec Sungai Raya - Kab Kuburaya
Pontianak Telp. 0812 5687 2158. 0812 3375 2227.  0812 3253 9310.

*Tristar Institute Bogor
Jln. Raya Tajur No 33, Bogor
Telp: 0251-8574434, 081272017761, 081217929008

*Tristar Institute BSD
Jln. Pahlawan Seribu - Raya Serpong Ruko BSD Sektor 7 / Blok RL 31-33
Telp: 021-5380668,  082122565898, 082129912050.

*Tristar Institute Kota Wisata Batu
Jln. Bukit Berbunga 10 Batu
Telp: 0341-3061525,
0821 2945 2015

*Tristar Institute Kaliwaron
Jln. Raya Kaliwaron 58 - 60 Surabaya Telp: 031 5999593, 08223005 9993. 0812-3023-0430
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar