Praktikum Exclusive di Parisienne French Bistro & Café

CHEF ARIE NOVIANTI
AJARKAN KREASI SUS PRANCIS
NAN CANTIK, KEREN DAN ELEGAN



            Choux de Cygne dan St. Honore Au Caramel Sale, dua sus khas Prancis dengan tampilan kreasi nan cantik, keren  dan elegan. Tingkat kesulitan dalam pembuatannya cukup menantang dan lumayan ribet. Penasaran ya?

Proses yang sulit dan ribet itu, bisa diatasi dengan dua kata kunci: tekun dan serius. Hal itu diucapkan Chef Arie Novianti, dosen tamu Tristar Institute sekaligus owner Parisienne French Bistro & Café, Jl. Raya Manyar 53 A Surabaya.

Butuh ketekunan dan serius

            “Memang terkesan ribet. Tapi kalau belajarnya serius dan tekun, segalanya akan jadi mudah. Semua orang mungkin bisa membuat kue. Tapi kue yang benar-benar enak, bagus  dan tambilannya menarik, hanya bisa dibuat oleh orang yang mau belajar dengan tekun dan sesius,” ungkap Chef Arie, panggilan akrab alumni Le Cordon Bleu Tokyo, Jepang itu.

Hasil karya yang cantiki dan menarik

            Rabu dan Kamis (9 - 10/09/20) lalu, mahasiswa kelas pastry Tristar Institute Jemursari, membuktikannya.  Mereka belajar dengan tekun dan serius. Mengikuti teknik step by step. Hasilnya? Tampilan karya individu  Choux de Cygne dan St. Honore Au Caramel Sale  sangat menarik.

            “Kalau mengikuti proses yang benar, hasilnya pasti bagus. Pastry itu sangat detail. Gak boleh asal-asalan. Proses pembuatannya harus benar. Jika salah, hasilnya pasti tidak bagus atau gagal total dan harus diulangi lagi dari proses awal,” tegasnya.

Praktek hari kedua, Kamis (10/9)

            Chef Arie juga menekankan agar semua peralatan harus disiapkan lengkap di meja produksi. Ditempatkan pada posisi yang benar sehingga ketika sedang mengerjakan, tidak bingung mencari peralatan. Sementara ada beberapa step pembuatan yang tidak boleh ditinggal karena akan berubah menjadi beku atau mencair. 

Mahasiswa melakukan tugas dengan tekun

            “Ini penting sekali dan perlu kalian ingat dan kalian catat. Ketika mulai memproduksi, semua peralatan harus sudah siap di meja. Jadi gak bingung cari peralatan saat bekerja. Karena ada bahan yang jika telat diposes menjadi cair atau mengental,” sarannya.

            Praktek pari pertama, Rabu (9/9/20), diikuti 7 mahasiswa pastry kelas Pagi B. Mereka datang didampingi dua dosen pastry Tristar Group Chef Dwi Mei Retnowati dan Chef Iwan. Sementara hari  kedua, Kamis (10/9/20), diikuti 7 peserta, termasuk 4 peserta umum.

Foto bersama usai praktek

Ruth Noravianti, sangat terkesan dengan praktek yang berlangsung di kitchen pastry lantai 3 Parisienne French Bistro & Café. Chef Arie menjelaskan dengan sangat baik dan mudah dipahami. “Banyak ilmu baru yang saya dapatkan. Juga pengetahuan yang sudah saya pelajari bisa semakin lebih paham lagi,” kesan mahasiswa berkaca mata itu.

Rehat makan siang di Parisienne Bistro

            Mau kuliah kuliner bergelar? Yuk  gabung di Tristar Institute Group. Pendaftaran mahasiswa priode Oktober 2020 sudah dibuka. Langsung kuliah tanpa tes. Hubungi divisi marketing di Graha Tristar Jl. Raya Jemursari 244 Surabaya. WhatsApp : 0812 3253 9310  dan  0812 3375 2227Website: www.tristaronline.info.  **bhr.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar