Visit Hotels Mahasiswa D3 Perhotelan Akpar Majapahit

BELAJAR F&B COSTING
DARI PRAKTISI
BEST WESTERN PAPILIO HOTEL

Untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang Food & Beverage  Costing, 12 mahasiswa Culinary Art II, Akpar Majapahit (Akreditasi A), melakukan kunjungan belajar di Best Western  (BW) Papilio Hotel Surabaya, Rabu siang (02/09) lalu.

        Tujuan dari kunjungan belajar di hotel berbintang ini, agar mahasiswa bisa mengenal dan mengetahui dunia kerja yang sesungguhnya.  Setelah belajar teori di bangku kuliah, mahasiswa bisa mendapat pengalaman baru dari praktisi di dunia kerja yang sesungguhnya. 


    “Program visit hotels  di Tristar Institute Group ini,  menjadi pintu masuk menuju dunia kerja. Mahasiswa bisa praktik dan mendapat wawasan serta pengalaman baru  dari praktisi di dunia perhotelan,” jelas Kaprodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit, R. Paulus W. Soetrisno M.Par kepada www.fooduniversity.biz.

     

    Visit Hotels ini, memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menyerap ilmu dan pengalaman  di berbagai bidang yang ada di perhotelan. Kesempatan seperti ini tidak didapat di lembaga pendidikan tinggi yang lain. Bahkan, menjelang kelulusan, mahasiswa masih harus menempuh training selama 6 bulan di perhotelan.


    “Karena itulah, lulusan Tristar Institute Group, siap pakai dan mampu bersaing untuk mengisi lapangan kerja di bidang perhotelan dan pariwisata. Bahkan lulusan Tristar juga mampu menjadi pelaku dunia usaha di bidang kuliner (foodpreneur),” jelas P. Paulus.

     

    Kunjungan mahasiswa selain dikawal oleh  R. Paulus,  juga didampingi oleh dua dosen Tristar yaitu Agus Sudarsono M.Par dan Hardhita Kusdharyanto, M.Par.  Materi disajikan oleh Asst. Food Beverage Manager, Ade Rizki Fajar di Lawewing Room, lantai 7 BW Papilio Hotel, Jl. A Yani  Surabaya.

    Dalam ulasannya, Ade menjelaskan bahwa pendapatan tertinggi bisnis perhotelan itu adalah Food & Beverage. Bukan pada kontribusi jasa penjualan kamar. Jika sebuah hotel memiliki 100 kamar dan terjual semua dalam sehari,  Pendapatan sudah pasti yaitu harga kamar dikalikan  jumlah kamar. 

 

   “Sementara pemasukan dari sektor F&B sangat besar dan tidak terhingga. Pagi dipakai untuk pesta, siang disewa untuk acara party dan  malam juga dipakai lagi  untuk  acara lain,” jelasnya.

        Secara umum, target laba yang ditetapkan oleh manajemen, tergantung dari jenis makanan, kelas hotel dan restoran. Secara umum berdasarkan laporan keuangan beberapa hotel di Indonesia, laba untuk makanan ada pada kisaran 30 – 35 persen dari harga jual. Sementara minuman antara 20 – 30 persen dari harga jual.

 

      Berkaitan dengan hal di atas, mahasiswa diajarkan bagaimana menghitung cost control (pengendalian harga) agar bisa mencapai lama seperti yang diinginkan oleh pihak manajemen. Hal itu juga penting jika mahasiswa kelak akan membuka usaha sendiri.

        Nah, Anda berminat meniti karir di perhotelan atau menjadi pengusaha bidang kuliner? Tristar Institute Group bisa mewujudkan kelinginan Anda.  Informasi pendaftaran bisa hubungi Graha Tristar Jl. Raya Jemursari 244 Surabaya. WhatsApp: 0812 3253 9310  dan  0812 3375 2227Website: www.tristaronline.info.  **bhr.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar