SETELAH KEDIAMAN RESMI SULTAN BRUNEI,
LANJUT INCIP CITA RASA AMBUYAT YANG ISTIMEWA
Walau
sekadar lewat di depan Istana Nurul Iman,
tidak mengurangi rasa takjub pada gedung megah kediaman resmi Sultan Brunei Darussalam, Haji Hassanal Bolkiah itu.
Guinness
World Records mencatat Istana Nurul Iman sebagai istana terluas
dan termegah di dunia. Berdiri di atas
lahan seluas 2000 meter persegi. Memiliki
1.800 kamar dan 257 toilet terhubung oleh 18 lift dan 41 tangga marmer.
Istana ini dilengkapi 5 kolam renang. Sementara ruang tamu utama
bisa menampung 5.000 tamu. Aula ibadah sanggup menampung 1.500 jamaah. Tidak
hanya itu, ada kandang kuda ber-AC untuk 200 kuda poni kesayangan sultan dan
garasi untuk 165 koleksi mobil mewah Rolls Royce.
Kediaman resmi sultan sekaligus pusat pemerintahan ini tertutup
untuk umum. Jadi, kita hanya puas mengamati dari luar gerbang istana. Kesempatan
berkunjung hanya 3 hari dalam setahun, yaitu pada saat Idul Fitri. Semua bisa
berkunjung, tanpa membedakan status agama dan kewargaan negara.
Di ujung acara transit
tour, ketika memandang terakhir ke arah
istana, terasa ada pesan halus yang tersisa: Istana Nurul Iman adalah rumah
bagi salah satu simbol kebesaran kerajaan modern yang tetap teguh memegang
nilai spiritual. Sebuah cahaya iman yang benar-benar nyata.
Menutup kegiatan, kita perlu mengisi
perut. Banyak pilihan kuliner di negara yang berbatasan langsung dengan
Malaysia di Pulau Kalimantan. Makanan tradisional yang memiliki karakter
unik perpaduan tradisi kuliner Melayu dengan sentuhan modern khas negara
sultan.
Karena dikejar waktu dan harus segera kembali ke bandara,
kita pesan makanan ikonik yaitu Ambuyat.
Hidangan ini dikenal sebagai makanan nasional
Brunei Darussalam.
Ambuyat terbuat dari sagu (tepung
pati sagu) yang dimasak dengan air panas dan dibentuk menjadi adonan yang
lengket seperti lem putih. Hidangan ini
memiliki kemiripan dengan Papeda yang populer di Indonesia Bagian Timur (Papua,
Maluku).
Cara menyantap Ambuyat cukup unik,
yaitu dengan menggunakan cadas (sumpet khusus berbentuk garpu dua). Supir
diputar-putar untuk mengambil sagu, kemudian dicelupkan ke dalam kondimen
pelengkap seperti saus asam pedes bernama cacah, atau saus tempoyak dari durian
fermentasi.
Makanan Ambuyat adalah bagian dari budaya dan tradisi Brunai yang sering disajikan pada acara-acara khusus. Rasanya netral sehingga dapat disajikan dengan berbagai jenis lauk. Teksturnya yang lengket dan cara makannya yang unik, menghadirkan sensasi yang bikin orang nagih. (***)